EX SITU


 

// PLATFORMS PROJECT

KELVIN ATMADIBRATA  |  INDONESIA
LUCA BOSANI  |  ITALI

14-30 MAY 2020 (MOVED TO ONLINE PLATFORM, HERE )
PHYSICAL SHOW POSTPONED TO 2021

Nikos Kessanlis, Athens, Greece
for Platform Project

Sepersepuluh akan menampilkan pameran duet Kelvin Atmadibrata dan Luca Bosani, dua seniman berbasis di London yang berekspresi melalui kriya performens. Atmadibrata akan menampilkan Forcing Hyacinth (2018-2020), sebuah karya patung hidup dan performens berdurasi panjang yang sempat ia pentaskamn di berbagai festival di Inggris dan Eropa pada tahun lalu. Bosani akan memamerkan beberapa poster fotograf and objek yang dapat dipakai dari seri Football Matches (2014-2018). 

Kedua seniman tertarik dalam konteks maskulinitas dan olah raga, dimana Atmadibrata menyentuh subjek tersebut melalui mitologi Yunani sedangkan Bosani mencerahkan pengalaman kecilnya sebagai pemain sepak bola reguler. 

Atmadibrata (2020) dan Bosani (2018) merupakan alumni Royal College of Art, London, Inggris dimana mereka memperdalam subjek performens dalam studinya masing-masing. 


// EN

Sepersepuluh is pleased to present a duet exhibition of Kelvin Atmadibrata and Luca Bosani, two London-based artists who work almost exclusively with performance. Atmadibrata will present focring Hyacinth (2018-2020), a living sculpture and durational piece which he has toured for a year around UK and Europe while Bosani will present a series of photograph as posters alongside wearable sculpture from his Football Matches series (2014-2018). 

Both artists challenge the notion of masculinity throught their respective sports-related narrative. Atmadibrata reconstructed a Greek mythology while Bosani revisit his active involvement in football.

Atmadibrata (2020) and Bosani (2018) are both graduates of Royal College of Art, London, United Kingdom with an MA in Contemporary Art Practice (Performance). 


SELEBIHNYA //
MORE INFORMATION //

 


PERFORMING OBJECTS: Conversation with Luca Bosani 
The conversation will be screened as part of Platforms Project's online program on 23 May 2020, 18.00 EEST

 


 

// OPTIK-OPTIK KECIL

RATU R. SARASWATI  |  INDONESIA

POSTPONED

Skatteskrapan, Stockholm, Sweden
for Supermarket Art Fair

"Embun pagi merupakan material penuh harapan; formasinya terus berputar dan mempunyai kontinuitas tersendiri."

Sepersepuluh dengan senang hati berkerja-sama dengan seniman muda Ratu R. Saraswati dengan projek performensnya, Optik-Optik Kecil. Ratu berkarya hampir secara eksklusif melalui kriya performens dan media cetak dan sangat dikenal dengan karya-karya intimnya yang berdurasi panjang. Pada garis besarnya, Ratu termotivasi dengan tema agresi dan reparasi. 

Optik-Optik Kecil merupakan performens partisipatif mengumpulkan embun pagi. Projek ini awalnya dikembangkan pada bulan Ramadan lalu sebagai karya situs-spesifik di Rumah Tangga, Depok. Ratu terinspirasi oleh Mooi Indië, gaya seni rupa Belanda abad 19 yang diadaptasi oleh pelukis-pelukis moderen Indonesia dimana kegiatan intim mengumpulkan embun menjadi sebuah pengalaman bersama menyatu dengan alam. Menurutnya, aksi privat ini menjadi sebuah ritual yang sangat membantu Ratu dalam mencari keseimbangan mental- terutama dalam lingkungan lanskap yang baru dan asing. Dengan mengajak partisipan untuk melakukan kegiatan ini bersama, Ratu membuka jalan dan kesemptana untuk timbulnya wacana-wacana baru di dalam komunitas kontemporer. 

Lahir pada tahun 1988 di Jakarta, Ratu lulus dari Institut Teknologi Bandung yang kemudian karyanya terpilih untuk Indonesian Art Award di tahun 2013 and 2015 dan juga di tahun 2017 untuk Bandung Contemporary Art Awards. Karya performensnya untuk Jakarta Biennale di tahun 2017 and Jogja Biennale baru-baru ini menjadi perhatian publik karena mendapatkan kritik yang sangat positif. Saat ini Ratu tinggal di Amsterdam dan sedang menjalankan program residensi selama dua tahun di Rijksakademie van Beeldende Kunsten.



// EN

“Morning dew is a material of hope; its formation is cyclical and has its own continuity.”

Sepersepuluh is pleased to present Optik-Optik Kecil by Ratu R. Saraswati, an upcoming Indonesian artist who works almost exclusively with performance and printmaking. She is known for her durational, one-on-one and intimate performances accompanied by installations that are motivated by her observation of humans' aggression and reparation.

Optik-Optik Kecil was a participatory performance of collecting dews during four dawns in 2019’s holy month of Ramadan, initially devised as a site-specific work for Rumah Tangga, an art house in Depok. The experience cultivated camaraderie in the relational landscape between humans and nature, which impressions rooted from Mooi Indië; 19th century Dutch romanticized naturalist painting adopted by modern Indonesian painters. The dew collecting continues as her strategy for mental equilibrium in foreign landscapes. For Ratu, this minute ritual unfolds fresh sensory awareness and paths opportunities for new discourses with contemporary community.

Born 1990 in Jakarta, Ratu graduated from the prestigious Institut Teknologi Bandung. She was shortlisted for Indonesian Art Award in 2013 and 2015 as well as Bandung Contemporary Art Awards in 2017. Her recent performances include Jakarta Biennale in 2017 and Jogja Biennale in 2019. Currently she is based in Amsterdam for a two-year residency with Rijksakademie van Beeldende Kunsten.


SELEBIHNYA //
MORE INFORMATION //

 



 

 

 
 


UPCOMING


// PLATFORMS PROJECT

Kelvin Atmadibrata (Indonesia)
Luca Bosani (Italy)
14-30 Mei 2020 ONLINE
PHYSICAL SHOW POSTPONED TO 2021
dipentaskan di Nikos Kessanlis, Athens, Yunani

// OPTIK-OPTIK KECIL

Ratu R. Saraswati (Indonesia)
POSTPONED
dipentaskan di Skatteskrapan, Stockholm, Swedia



RECENT


// FORCING HYACINTH

Kelvin Atmadibrata (Indonesia)
5-8 September 2019
dipentaskan di Vanderborght Building, Brussels, belgia


// PHASES OF THE IMMINENT

Chelsea Coon (Amerika Serikat)
26 Juli 2019
dipentaskan di Rumah Tangga, Depok, Indonesia


// ISIAN

Dwinanda Agung Kristianto (Cibubur)
12 April 2019