IN SITU


 

// READYMADES

DWINANDA AGUNG KRISTIANTO  |  CIBUBUR

2 OKTOBER - 18 NOVEMBER 2018

Sebuah perjalanan pemikiran saat berjalan kaki, berjumpa dengan suara-suara:

“Narasi atau konsep yang berhenti di zat-zat (benda) yang sudah cukup menerangkan dirinya sendiri.“

“Bila ini-itu bukan performance, lalu mengapa diri ini masih bisa berujar menyebut: ‘ini-itu’. Mereka masing-masing perform dan diri ini mengalaminya. Diri ini mengalami seni dari perform-nya mereka.“

“Bila kesadaran, jiwa dan mindset penuh kesyukuran-kecukupan-nrima (zat nir), maka otomatis diri dapat melihat, merasa, menikmati dan menghayati bahwa zat-zat seni (art / artistic) sudah ada bertebaran dimana-mana. Selanjutnya gerak “dikonstruksi” maka ada-lah / jadi-lah karya seni (artwork).“

“Seni, karya seni dan artistik ada di pikiran. Ruh ada di apapun, kapanpun dan dimanapun.“

“Diri ini hanya ingin menyampaikan: ‘garpu’ atau ‘botol’…bila benda-benda ini bisa ada dan dihadirkan langsung mengapa harus direpresentasikan (?)“

“Pikiran, pemikiran dan cara berpikir itu sudah seni dan karya seni (konseptual).“


SELEBIHNYA //





 

 

 
 


UPCOMING


// READYMADES

Dwinanda Agung Kristianto  |  Cibubur
2 Oktober - 18 November 2018


//  coming soon

Jef Carnay  |  Filipina
25 November 2018


// SEMPIT

Arsita Iswardhani  |  Jogjakarta
Dwinanda Agung Kristianto  |  Cibubur
Fidelis Krus Yosua  |  Jakarta
Hendra Setiawan  |  Jakarta
8-9 Desember 2018